Ada banyak alasan untuk lari dari sesuatu
July 28th, 2011 - Tags: Ada banyak alasan, alasanPosted in Taujihat
Ada banyak alasan untuk lari dari sesuatu, namun hanya dibutuhkan satu alasan kuat untuk tetap maju. Sahabat, menghadapi rintangan hidup adalah keniscayaan. Karena rintangan hidup itu sendiri adalah sebuah kepastian :
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al Ankabut 2)
Mari memandang kesulitan dengan perspektif positif, maka hidup akan jauh lebih menyenangkan. Karena manusia-manusia tangguh dilahirkan dari lembah-lembah rintangan.
Di masa ini, keruntuhan kejayaan sebuah keluarga yang telah mencapai kesuksesan biasanya terjadi setelah generasi ketiganya. Mengapa demikian ? Generasi pertama, Sang Kakek, dialah yang mendaki dari bawah. Mengawali usaha dari tak memiliki apapun, melewati setiap kesulitan yang membuatnya memiliki kualitas mental luar biasa. Sampai akhirnya mendirikan kerajaan bisnis, membawa dirinya kepada kesuksesan. Sang Ayah, anak Kakek, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa hebatnya badai yang seringkali menerjang ayahnya. Sesekali dia pun ikut terhempas badai tersebut. Sehingga saat dia mewarisi kerajaan bisnis ayahnya, mentalitasnya tidak kalah dengan Sang Kakek.
Namun malang Sang Cucu. Dia lahir dalam kesuksesan. Sedari kecil hidupnya penuh dengan kemewahan, dikelilingi kekayaan. Apapun yang diinginkan, dia dapatkan. Apapun yang diminta, diberikan kepadanya. Dia terlalu terbiasa dengan kemudahan. Maka ketika tiba gilirannya memegang warisan kejayaan, hanya dibutuhkan angin kecil untuk menghempaskannya berikut seluruh keluarganya dalam kebangkrutan.
Bandingkan dengan para santri di Darut Tauhid. Seorang teman menuturkan; begitu masuk sebagai santri, mereka dibawa ke kota. Tanpa uang, tanpa telepon, tanpa apapun, hanya pakaian dan beberapa lembar koran dan majalah. Tugas mereka sederhana, pulang sendiri ke pesantren. Mereka harus bisa menjual koran dan majalah tadi agar bisa mendapat ongkos pulang. Hasil dari pendidikan seperti ini luar biasa. Para calon orang sukses yang memilki dasar spiritual dan mentalitas menakjubkan.
Prinsip yang harus dipegang, bahwa rintangan adalah sebuah jalan yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas diri. Maka berhadapan dengan rintangan seharusnya menggembirakan. Saat rintangan mulai datang, hidup menjadi sulit, masalah berdatangan, maka sebenarnya itu adalah sinyal sebuah proses up-grading.
Tidak perlu cemas masalah tidak akan bisa selesai, karena sejatinya manusia memiliki semua potensi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalahnya. Semua manusia diberikan potensi untuk menjebol dinding penghalang yang dipasang untuknya. Dengan perspektif lain, mari membalik logika dengan mengatakan bahwa dinding itu telah sengaja didesain sedemikian rupa agar bisa kita hancurkan.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al Baqarah 286)
Dan jika sahabat masih enggan percaya karena menyaksikan begitu banyak orang telah gagal, simaklah perkataan ini “kebanyakan dinding penghalang sesungguhnya hanya ada dalam pikiran kita”. Iya, karena seringkali dinding itu sebenarnya rapuh dan lemah. Tapi pikiran yang salah membuatnya nampak seolah-olah tinggi dan sangat kuat. Dengan demikian, merubah sudut pandang adalah kuncinya. Orang-orang hebat mengubah energi negatif rintangan menjadi kekuatan untuk menghadapinya dengan mengambil sudut pandang yang tepat terhadap masalah. Semakin besar masalahnya, mereka akan semakin bersemangat untuk mengatakan “menantang”, “menarik” atau bahkan “menyenangkan”.
“Hidup tidak selalunya indah, langit tak selalu cerah, suram malam tak berbintang. Itulah lukisan alam. Begitu aturan Tuhan” (Hijjaz).
Thifal