Dari Sleman Untuk Indonesia

BERITA TERBARU

jangan menunda amal

November 20th, 2011 - Posted in Taujihat Qiyadiyah

Ibnu Atho’illah dalam kitab Al-Hikam, beliau berkata:

إِحَالَتُكَ اْلأَعْمَالَ عَلَى وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ

“Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik, itu adalah tanda bodohnya nafsu.”

 

Manakala seseorang disibukkan dengan berbagai kegiatan duniawinya, sehingga menghalanginya melakukan amal shalih untuk akhiratnya, dengan alasan akan dilakukan diwaktu lain, jika luang, itu merupakan tanda dari kebodohannya. Itu bukan sifat orang-orang yang beriman kepada Alloh swt. Dan itu tentunya tidak sejalan dengan apa yang dimaksudnya oleh yang Agung, Alloh swt.

Allah swt berfirman, artinya: ” …, tetapi kalian (orang-orang kafir), lebih mengutamakan kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 15-16)

Jika seseorang menunda amal kebaikan, boleh jadi ia tidak akan mendapatkannya lagi, kecuali kematian yang akan menjemputnya. Atau akan semakin bertambah kesibukan duniawiny, sehingga ia tidak berkesempetan untuk melakukannya.

Manusia dibatasi oleh waktu, ruang dan kekuatan. Tidak selalu ketiganya ada secara bersamaan. Bisa jadi ada waktu, tetapi fisik sudah tidak kuat lagi. Kuat …, tetapi ruang tidak memungkinkan. Dan begitu seterusnya.

Karenanya, janganlah menunda amal, selagi ada waktu ….

 

Tulis Komentar Anda