Dari Sleman Untuk Indonesia

BERITA TERBARU

Keutamaan Shalat Shubuh

November 15th, 2011 - Posted in Taujihat Nabawiyah

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَـلَ الْجَـنَّةَ — مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Diriwayatkan dari Abi Musa ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang shalat ‘bardaini’ (Ashar dan Shubuh), niscaya masuk surga.” (Muttafaq ‘Alaih)

Shalat adalah permata hati orang-orang yang mencintai Allah, kenikmatan spiritual bagi orang-orang yang bertauhid, taman bagi orang-orang yang beribadah, ketenangan jiwa orang-orang yang khusyuk, kedudukan tinggi bagi para shiddîqîn (orang-orang yang sungguh-sungguh dalam beribadah), dan neraca derajat orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah. Shalat adalah rahmat yang terhampar bagi hamba-hamba Allah yang beriman.

Allah memberi bimbingan kepada mereka dalam melaksanakan shalat, mengenalkannya, menghadiahkannya melalui utusan-Nya yang jujur dan dapat dipercaya sebagai rahmat dan penghormatan bagi mereka. Hal itu bertujuan, supaya dengan shalat tersebut mereka mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan karena dekat kepada Allah.

Shalat diperintahkan bukan karena Allah memerlukan mereka, namun sebagai anugerah dan karunia dari Allah yang diberikan kepada mereka.

Dengan shalat, hati dan seluruh anggota badan mereka beribadah kepada-Nya. Dalam shalat, Allah memberikan bagian yang paling sempurna dan paling agung kepada hati yang mengenal-Nya. Shalat adalah menghadapkan totalitas dirinya hanya kepada Allah semata.

Shalat merupakan kebahagiaan dan kenikmatan seseorang karena berdekatan dengan Allah. Shalat merupakan kenikmatan seseorang karena mencintai Allah. Shalat adalah kegembiraan seseorang karena menghadapkan wajahnya hanya kepada Allah dengan penghambaan yang tulus tanpa menoleh kepada yang lain. Shalat merupakan penyempurnaan ibadah seseorang kepada Allah, baik secara lahir maupun batin, sehingga bisa sesuai dengan yang diridhai oleh Allah.

Allah menguji seorang hamba dengan syahwat atau yang sejenisnya, baik dari dalam maupun dari luar. Dengan kesempurnaan rahmat Allah dan kebaikan-Nya, Dia telah mempersiapkan sebuah hidangan yang menghimpun semua warna bentuk ibadah, penghormatan, anugerah. Allah memerintahkan shalat setiap hari lima kali. Dia menjadikan dalam setiap warna bentuk ibadah tersebut ada kenikmatan, manfaat, mashlahat, dan penghormatan bagi hamba yang tidak ada dalam warna ibadah yang lain. Hal ini bertujuan agar kenikmatan yang dirasakan oleh seorang hamba dalam setiap warna peribadahan dan segala coraknya menjadikannya sempurna.

Setiap amal perbuatan dari peribadahan menjadi penebus kesalahan yang telah dilakukan manusia dan memberikan cahaya khusus baginya. Sesungguhnya shalat adalah cahaya, kekuatan dalam hati, kekuatan anggota badannya, keluasan dalam rejeki, dan kecintaan dalam hati orang-orang yang beribadah.

Para malaikat pun merasa gembira. Begitu pula tanah, gunung, pohon, dan sungai, semuanya menjadi cahaya dan pahala baginya, khususnya pada saat bertemu dengan Tuhan Pemilik kesempurnaan.

Orang yang diundang untuk mengikuti perjamuan ini pun akhirnya menjadi kenyang dan tidak haus lagi dan shalatnya pun diterima. Hal itu karena sebelum mendapatkan perjamuan tersebut hatinya lapar, paceklik, gersang, dahaga, dan menderita. Lalu dari sisi Allah, ia dicukupi, diberikan nutrisi, minuman, pakaian, dan persembahan yang mencukupinya. Demikian kata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam bukunya Asrorush Shalah.

Allah memberikan keutamaan pada masing – masing shalat yang diperintahkannya, diantaranya shalat shubuh. Shalat shubuh memberikan nilai keutamaan yang sangat tinggi bagi pelakunya. Diantara nilai keutamaan itu:

1. Faktor dilapangkannya rezeki

Fathimah binti Muhammad bercerita: Nabi SAW melewati saya, sedangkan saat itu saya masih keadaan tiduran di waktu shubuh, lalu Rasulullah SAW membangungkan aku dengan kakinya seraya bersabda: “Wahai putriku, bangulah dan saksikan rizki Rabbmu, karena Allah membagi-bagi reziki pada hambanya antara shalat shubuh dan terbitnya matahari.” (HR. Al-Baihaqi)

Maksudnya, ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga shalat shubuh berjamaah secara konsisten, akan mendatangkan pertolongan dan bimbingan dari Allah, sehingga seseorang akan mendapatkan kemudahan-kemudaha dalam setiap urusannya, urusan dunia, agama dan akhirat.

2. Menjaga diri seorang muslim

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang melaksanakan shalat shubuh, maka ia berada di dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, jangan sampai Allah menarik jaminan-Nya kepada kalian dengan sebab apapun. Karena siapa saja yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apapun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkapkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim)

Sungguh, ini merupalan rahmat dan anugrah Allah yang sangat agung kepada hamba-Nya. Orang yang telah dijamin keamannya, kebahagiaannya, ketentraman dan segala nikmat lainnya, ia adalah sangat beruntung.

3. Seperti Shalat Semalam Suntuk

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang melaksanakan shalat Isya’ berjamaah –di masjid—maka ia seperti shalat malam separoh malam. Dan siapa saja yang melaksanakan shalat isya’ dan shubuh berjamaah –di masjid—, maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR. Tirmidzi)

Umar bin Khaththab berkata, “Sungguh, aku dapat shalat shubuh berjamaah, itu lebih aku sukai daripada shalat malam semalam suntuk.”

4. Tolak Ukur Keimanan

Rasulullah SAW bersabda, “Shalat terberat bagi orang-orang munafiq adalah shalat Isya’ dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupulan harus merangkak.” (HR. Ahmad)

Ibnu Mas’ud berkata, “Kami melaksanakan shalat shubuh berjamaah bersama Nabi, dan tidak ada yang tidak ikut serta selain orang yang sudah jelas kemunafikannya.”

5. Penyelamat dari Neraka

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Maksudnya, shalat shubuh dan ashar.

6. Salah Satu Penyebab Masuk Surga

“Siapa saja yang shalat ‘bardaini’ (Ashar dan Shubuh), niscaya masuk surga.” (Muttafaq ‘Alaih)

Al-Bardain adalah shalat Ashar dan Shubuh. Disebut Al-Bardain (dua waktu dingin), karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang, ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.

Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam

Tulis Komentar Anda