Mabit Kader PKS Sleman
November 12th, 2011 - Tags: mabitPosted in Berita, DPC Tempel
Sleman-11 November 2011 DPD PKS Sleman mengadakan mabit di Mesjid Tegalsari, Lumbungrejo, Tempel, Sleman.Mabit yang dihadiri puluhan kader yang terdiri dari semua perangkat struktur DPC se Kab. Sleman ini menggangkat tema Menjaga Kelelahan Da’i. Pada mabit ini juga di hadiri semua anggota DPRD fraksi PKS diantaranya Ust. Abdullah Sunono, Hendrawan, Gus Ud dan Sofyan. Materi mabit disampaikna oleh Ust.Cahyadi Takariawan dan Ust. Agus Purnomo.
Ust. Cahyadi Takariawan selaku pemateri utama pada mabit ini menekan kepada seluruh peserta untuk selalu istiqamah dalam kelelahan. “Kita harus tetap yakin kelelahan yang kita buat mempunyai nilai dimata Allah dan Rasul. Kelelahan tidak ada nilainya jika tujuan kita adalah kekuasaan, jabatan ataupun pangkat. Jika kita memaknai kelelahan tersebut dengan ikhlas karena Allah maka kita bisa istiqamah”Ujar Ust Cahyadi Takariawan.
Materi memang cocok untuk kader di Sleman dan DIY pada umumnya, materi ini mengena karena 5 bulan belakangan ini kita dihadapi oleh Pilkada Kabupaten dan Pilkada Kota, dan Allah belum memberikan kemenangan. Tentu kerja yang telah buat akan membuat rasa lelah yang luar biasa, seaakn-akan perjuangan ini sia-sia karena sudah banyak pengorbanan yang kita lakukan. Tapi tidak demikian, rasa lelah itu akan mempunyai nilai jika kita tetap mengharap ridho Allah bukan harapan-harapan yang duniawi.
Taujih kedua disampaikan oleh Ust. Agus Purnomo, taujih ini lebih mengingatkan kepada kader untuk tetap sabar akan
suatu proses dakwah, karena proses tersebut panjang dan berliku. “Proses yang kita lewati akan membuat kita semakin matang dan teruji. Jika kita makin matang maka kita siap menjalani apapun bentuk kerja dakwah” ujar Ust Agus Purnomo.
Alhamdullah..akhirnya mabit selesai dan di akhiri baccaan Al-Ma’tsurat, banyak makna yang kita ambil dari ilmu-ilmu yang disampaikan oleh para 2 pemateri diatas. Semoga mabit pada kali ini ada manfaatnya dan membuat kita makin matang dan istiqamah dalam berjuang.
Ritno-Humas