Octo: Lintang Berpotensi Himpun Gerakan Literasi Media
December 24th, 2011 - Posted in Akhwat, Berita
Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, komunitasperempuan yang tergabung dalam Lingkar Peduli Tiang Negara (Lintang) Indonesia menyelenggarakan diskusi terbatas pada hari Sabtu, (24/12) di Goebug Resto. Diskusi yang mengangkat tema “Menggagas Model Pendidikan Melek Media untuk Perempuan dan Keluarga” ini menghadirkan Drs. OctoLampito, M.Pd, Pimpinan Kedaulatan Rakyat, Sativa, M.Pd, tokoh perempuan Salimah DIY, danGhozi Nurul Islam dari Komisi Penyiaran Indonesia DIY, serta menggandeng komunitas-komunitas perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 50 ibu-ibu, remaja putri, bahkan bapak-bapak hadir dalam acara tersebut mewakili elemen PKK DIY, PW Aisyiah, Wanita Islam, dan Wanita Katolik serta anggota Lintang sendiri.
Dalam acara yang digelar pukul 08.00-12.00 WIB tersebut, Dwi Kurnia Handayani, S.I.P., selaku Sekjen Lintang Indonesia mengatakan bahwa target dari kegiatan tersebut adalah terwacanakannya kesadaran melek media bagi perempuan dan keluarga. “Follow up konkrit dari acara ini nantinya adalah terbentuk sebuah forum yang konsen terhadap pendidikan sadar media,” tegasnya.
Lintang Indonesia sendiri merupakan gabungan dari elemenPersaudaraanMuslimah (Salimah) DIY, SahabatIbu, KartiniMuda Indonesia, RumahDunia, KelopakBangsa, GEMI, Gerakan Anti PornografiPornoaksi (Grapyak), RumahPelangi, Nafisa, danSakina (SahabatKeluarga Indonesia).
“Sebagaimana diketahui bersama tentang pentingnya peran media dalam pendidikan, media pun menyisakan catatan buruk yang harus segera diantisipasi dan dipecahkan. Lintang Indonesia dalam hal ini membidik perempuan dan keluarga sebagai aktor utama yang mampu menyelesaikan permasalahan ini dari level paling dasar, yaitu keluarga.” imbuhnya.
Sativa menyampaikan bahaya media yang tidak terkontrol dalam pembentukan karakter putra-putri bangsa. “Teror media baik cetak maupun elektronik telah masuk ke dalam rumah-rumah kita. Jangan sampai karena kelalaian kita sebagai perempuan menyebabkan anak-anak kita menjadi korban,” tegasnya.
Sementara OctoLampito menyampaikan keoptimisannya akan masadepan gerakan melek media yang digagas Lintang saat ini. “Lintang Indonesia memiliki kesempatan menghimpun gerakan ibu-ibu untuk kemudian bersama-sama mendorong dimasukkannya literasi media kedalam kurikulum pendidikan,” paparnya.Ghozi Nurul menekankan pentingnya pengawasan bersama terhadap media Indonesia.
Peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan, kritik, dan saran. “Ibu-ibu adalah sensor utama media keluarga!” teriak salah seorang peserta dengan antusias. Seusai acara diadakan deklarasi Forum Pendidikan MelekMedia (Media Literasi) oleh seluruh peserta yang hadir dan penandatanganan Pernyataan Bersama Mendukung Pendidikan Literasi Media.
“Diharapkan kegiatan ini tidakberhenti di sini, tetapi dianjutkan dengan langkah konkrit misal aksi sosial atau gerakan bersama,” tuturFriska, perwakilan dari wanita Katolik menyetujui usulan dari tokoh PW Aisyah untuk bergerak bersama.
HumasLintang