Pengajian Ibu-Ibu Warga Srunen menjelang Ramadhan 1432 H
July 28th, 2011 - Posted in Berita, Muslimah
Jalan rusak dan berlubang mulai dari kecamatan Kalasan sampai Dusun Srunen Cangkringan menghiasi perjalanan rombongan Ibu…..untuk mengisi pengajian Ibu-Ibu di Masjid Nurul Huda, Srunen, Cangkringan (27/7). Padatnya lalu lintas truk penambang pasir di sungai Gendol semakin menambah lama perjalanan menuju Dusun Srunen, meskipun sudah melewati jalur alternatif melalui dam Morangan. Selepas balai Desa Glagaharjo, rombongan kembali harus berjalan pelan dan bergantian karena praktis bahu jalan yang bisa dilewati hanya cukup satu mobil/kendaraan. Sebelah bahu jalan lagi sedang di perbaiki oleh warga karena rusak akibat adanya aktifitas penambangan pasir yang sudah mulai merambah ke wilayah atas tidak hanya diseputaran dusun bronggang saja Tidak kurang ratusan truk setiap hari hilir mudik untuk mengangkut pasir merapi. Toleransi antar pengemudi dan pengguna jalan sangat dipentingkan disini agar perjalanan dapat berjalan lancar.
Pukul 15.10 WIB bertepatan dengan dikumandangkannya Adzan tanda waktu sholat Ashar, rombongan Ustadzah Dyah Sulistyorini sampai Masjid Nurul Huda. Seperti biasanya, bapak Sukatmin telah tiba di Masjid terlebih dahulu untuk menjadi Imam Sholat berjama’ah sekaligus sedang mengawasi para pekerja yang sedang menyelesaikan pembuatan pagar masjid. Selepas sholat Bapak Sukatmin mengumumkan melalui pengeras suara bahwa Pengajian Ibu-Ibu dusun Srunen akan segera dimulai, kurang dari 5 menit peserta pengajian mulai berdatangan dengan berjalan kaki dari segala penjuru dusun Srunen. Mereka cukup semangat dan sangat antusias untuk mendalami ilmu-ilmu agama. Selama mengungsi di Islamic Center Seturan kurang lebih tiga bulanan, warga dusun srunen sudah mendapatkan bekal ilmu keagamaan dari program santri yang dibina oleh Ust Sholihun. Program tersebut terus berjalan ketika mereka pindah di Shelter Banjarsari dan sampai sekarang ketika sudah sebagian besar pulang ke rumahnya masing-masing.
Kurang lebih enampuluhan Ibu-ibu dusun Srunen memadati Masjid Nurul Huda, duduk rapi berkeliling untuk mendengarkan pengajian yang disampaikan ustadzah Dyah Sulistyorini, M.Sc. Membuka pembicaraan, beliau berusaha untuk menyelami lebih dekat aktivitas warga srunen. Rasa syukur pada Alloh SWT dipanjatkan karena warga Srunen sudah bisa menempati rumahnya sendiri, sudah dapat berladang dan berkebun menanam panili, cengkeh, kopi, alpukat, dan durian. Aktifitas peternakan juga sudah mulai hidup dengan adanya program penggemukan sapi. Itu semua tidak di dapatkan ketika masih berada di pengungsian. Pembicaraan dilanjutkan sampai pada materi ke Islaman mengenal rukun Islam sampai mampu mengartikannya ke bahasa Jawa agar mudah dipahami dan diamalkan oleh Ibu-Ibu pengajian. “Kulo nyekseni mboten wonten pangeran ingkang wajib dipun semabah sakaliyanipun Gusti Allah, lan kulo nyekseni menawi Nabi Muhammad puniko utusuanipun Gusti Alloh “ salah satu bunyi rukun Islam yang pertama.
Berhubungan Bulan Ramadhan Sudah Dekat, yang menjadi topik utama Pengajian Ibu-Ibu dusun Srunen adalah tentang Ramadhan, bagaimana keutamaan bulan ramadhan, bagaiaman kita meyiapakan diri dan mengisi bulan ramadhan. Ibu-ibu juga berdoa agar diberi kesempatan menemui bulan suci ramadhan dan mampu melaksanakan ibadah puasa sampai selesai.
Selesai pengajian, ada simbah-simbah yang bertanya pada bu Dyah …Bu, saya ingin sekali bisa membaca dan belajar Al Qur’an…tapi peningalan kulo ( mata saya ) sudah sulit untuk membaca. Ibu Dyah menyarankan agar tetap membaca ayat-ayat yang sudah dihapal. Tidak bisa bisa dengan penglihatan masih bisa dengan pendengaran.
By : Yudi Sleman
Foto : Yudi Sleman