Dari Sleman Untuk Indonesia

BERITA TERBARU

Spirit Hari Ibu, Bidpuan PKS Silaturahimi Ny. Iman Soedijat

December 30th, 2011 - Posted in Akhwat, Berita
Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Bidang Perempuan dan Anak (Bidpuan) DPW PKS DIY melakukan silaturahim kepada beberapa tokoh perempuan Indonesia. Salah satu tokoh perempuan yang berperan vital dalam gerakan perempuan Indonesia sejak jama perjuangan adalah Ibu Suratmi Iman Soedijat. Bidpuan PKS yang diwakili 3 personel yaitu Muzna Nurhayati S.Pd., Nuraini Indra Cahyani, dan Wahtini mengunjungi tokoh perjuangan perempuan ini di kediamannya di Jalan Teratai 17 Baciro, Yogyakarta pada hari Selasa (27/12).
Kesan pertama berhadapan dengan perempuan berusia 93 tahun ini adalah semangat yang luar biasa berpadu dengan kecerdasan yang seolah tak usang dimakan usia rentanya. Ny. Iman Soedijat dengan lancar menceritakan sejarah gerakan perjuangan perempuan Indonesia sejak jaman sebelum kemerdekaan hingga saat ini.
“Jaman penjajahan dulu perempuan selalu  mendapat tempat nomor 2 setelah laki-laki. Tidak hanya di Indonesia, di Eropa misalnya di Jerman perempuan pun mengalami perlakuan serupa. Perempuan hanya dianggap sebagai kanca wingking,” paparnya.
Ny. Iman Soedijat menjelaskan tentang usaha sekelompok perempuan terpelajar untuk merubah pandangan masyarakat yang masih menganggap perempuan sebagai kelas ke-dua setelah laku-laki. Gerakan ini dipelopori oleh Ibu Said Soerjadinoto, ketua organisasi Isteri Indonesia sejak tahun 1936.
“Pilihan Hari Ibu jatuh pada tanggal 22 Desember setelah diskusi panjang. Hari tersebut merupakan hari pertama dimulainya Kongres Perempuan Indonesia I  yang berlangsung dari 22 Desember hingga 25 Desember 1928. Hari Ibu sendiri baru mulai diperingati sejak tahun 1938,” imbuhnya.
Ny. Iman memberikan pesan kepada generasi muda saat ini untuk tidak melupakan sejarah. “Karena kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tak lepas dari hasil perjuangan para pahlawan pendahulu kita,” tutupnya.

Pada kesempatan itu Bidpuan menyerahkan kenang-kenangan berupa buku Fahri Hamzah berjudul Negara, Pasar, dan Rakyat serta buku Tatanan Berkeluarga dalam Islam.

Tulis Komentar Anda